Semarak 17 Agustus Yang Gaul Bersama Good Day

Sebelum mendaki Gunung Lawu, pagi itu saya menyempatkan diri untuk belanja keperluan logistik. Ada yang baru dan unik saat saya membuka lemari pendingin di sebuah minimarket. Mata saya langsung tertuju pada sebuah botol kopi Good Day yang berwarna Merah, Hijau, dan Putih, mirip seperti warna bendera Italia. Ternyata itu adalah kemasan terbaru dari Good Day Originale Cappucino Coffee. Memang, saat traveling saya biasa membeli kopi Good Day untuk bekal di perjalanan dan menemani saat di tempat wisata. Biasanya sih saya beli Good Day yang Tiramisu Bliss atau Mochacino, tapi kali ini saya jadi penasaran dan ingin tahu bagaimana rasanya Good Day Originale Cappucino.


Pendakian hari itu saya lakukan pada malam hari. Sesekali saya dan rekan saya beristirahat untuk mengatur nafas dan minum sejenak. Tak lupa saya mencicipi kopi Good Day Originale Cappucino untuk menemani di malam yang dingin itu. Dengan kemasan botol kecil yang praktis, saya dengan mudahnya membuka tutupnya dan langsung meneguk kopinya perlahan demi perlahan. Ternyata rasa klasiknya ini tidak kalah dengan rasa yang lain, dan bagi saya selalu asik untuk dinikmati. Entahlah, saat itu tiba-tiba saya mengkhayalkan sedang berada di Italia saat setelah minum kopi dan menikmati dinginnya udara malam itu. Yahh, dari dulu saya berharap sekali ingin traveling ke Eropa, tapi belum ada rejeki 😦

Pagi itu bertepatan dengan hari kemerdekaan RI ke- 72. Saya pun bergegas menuju Tlogo Kuning bergabung dengan pendaki lainnya untuk melakukan upacara bendera. Seperti biasanya, saya menggunakan kostum unik untuk perayaan 17 Agustus ini, dan pada tahun ini saya menggunakan kostum ala Si Buta Dari Goa Hantu. Saat di puncak Gn. Lawu, saya beristirahat untuk menikmati indahnya pemandangan ini. Sebotol kopi Good Day pun saya hadirkan untuk menambah kesempurnaan pendakian ini. Desain kemasannya dengan ilustrasi sudut pandang kamera 360 derajat yang gaul dan enak digenggam, memudahkan saya menikmatinya dari atas puncak ini. Rekan saya pun terhanyut juga dengan suasana yang asik ini. Menikmati tegukan demi tegukan Originale Cappucino.


Tidak sampai di sini, saat perjalanan lanjutan keesokan harinya ke Bukit Sikunir Dieng, saya pun turut serta membawa kopi Good Day Originale Cappucino untuk teman di perjalanan. Banyak hal asik yang bisa saya lakukan pada pendakian santai di bukit ini. Apalagi ditambah dengan kehadiran teman-teman baru yang ternyata juga menyukai rasa Good Day Originale Cappucino, karena gaul itu perlu banyak rasa.

Oh, iya, sebagai bentuk tanggungjawab terhadap keindahan alam ini, tidak lupa saya membawa turun kembali sampah-sampah dan membuangnya ke tempat sampah, agar alam ini tetap terjaga keindahannya.

Advertisements

Serunya Menikmati Liburan Musim Panas Dengan Budget Murah di Maldives.

Liburan musim panas selalu identik dengan pantai, karena saat itulah waktu yang tepat untuk berenang, menikmati hangatnya sinar matahari, atau bahkan mencoba tanning seperti yang dilakukan orang-orang bule. Sebenarnya ada banyak pantai yang indah di Indonesia untuk berlibur saat musim panas, tapi jika ingin mencoba sensasi yang berbeda, cobalah merencanakan liburan musim panas di Maldives.

Saat kita bicara tentang Maldives, biasanya yang ada di pikiran kita adalah liburan mahal dan tinggal di resort mewah. Memang tidak bisa dipungkiri, pulau-pulau di Maldives sudah banyak dikelola oleh resort-resort mewah dan tidak bisa sembarangan masuk ke sana. Tapi bukan berarti kita tidak bisa berlibur ke sana dengan biaya yang murah. Ada banyak cara untuk bisa liburan hemat dan murah di Maldives, seperti yang saya baca di blognya Reddoorz. Di blog itu pula terdapat banyak referensi lokasi-lokasi yang menarik, baik di dalam maupun luar negeri, beserta tips-tips traveling, jadi sangat berguna untuk menambah informasi panduan wisata kita sebelum traveling.

Salah satu kabar baiknya lagi, pemerintah Maldives telah memudahkan kita sebagai pemegang paspor Indonesia untuk berkunjung ke sana dengan membebaskan biaya Visa selama 30 hari, hal itu sangat membantu memangkas budget kita saat traveling. Jadi, kita tinggal mencari waktu yang tepat untuk pergi ke Maldives, karena biasanya banyak maskapai penerbangan yang menawarkan berbagai tiket murah. alternatif untuk bisa liburan murah di Maldives adalah dengan mengunjungi pulau-pulau yang dihuni masyarakat lokal seperti Maafushi, Gulhi, Guraidho, dan lain-lain. Karena di pulau tersebut tersedia banyak penginapan dan restoran yang sangat terjangkau. Oh iya, penduduk Maldives memeluk agama Islam, jadi di pulau lokal sini tidak bisa sembarangan berenang menggunakan bikini, ada area tertentu yang diperbolehkan.

Maldives terdiri dari banyak pulau karang yang eksotis. Tiap sudutnya menawarkan keindahan, maka tidak salah negara ini menjadi salah satu tujuan utama berbulan madu. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan di Maldives selain berenang di pantai, yaitu kita bisa bermain olahraga air seperti kayaking, paddle board, sailing, snorkling, diving, surfing dan bahkan kalau beruntung bisa berenang bersama lumba-lumba di laut lepas. Pada malam harinya, yang paling penting adalah mencoba makan malam romantis di pinggir pantai. Suasana di sana syahdu sekali, rasanya bikin betah, dan jadi malas pulang ke rumah.

Jika ingin merasakan liburan dan berfoto ala resort mewah, kita bisa berkunjung ke pulau-pulau resort tersebut, tapi tentunya tidak gratis. Tergantung dari kebijakan resort masing-masing pulau. Pengunjung yang memasuki pulau dikenakan biaya mulai dari Rp 1.000.000 per orang. Dengan biaya sebesar itu, kita bisa makan ala buffet sepuasnya dan bebas berfoto-foto dan berenang di pantai mulai dari pagi hingga sore hari. Jadi tetap hemat, namun bisa mendapatkan foto-foto bagus di resort mewah.

Untuk oleh-oleh, kita bisa membelinya di toko souvenir di Male, ibukota Maldives. Para penduduk di sana ramah-ramah, dan sebagian besar mampu berbicara menggunakan bahasa Inggris. Untuk harganya tidak beda jauh dengan souvenir di Indonesia, dan harus pintar-pintar menawar juga. Oh iya, berhubung Maldives negara muslim, mereka sangat senang bila dikunjungi oleh muslimin dari negara lain, jadi ada istilahnya “Harga Muslim”, dengan diskon khusus. Seperti yang diberikan mereka kepada kami setelah melihat rekan saya mengenakan jilbab. Jadi jangan heran, jika toko-toko pada tutup saat adzan berkumandang, karena mereka pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Sungguh ini perjalanan musim panas yang penuh berkah di Maldives, kita bisa menikmati keindahan alam di sana dengan puas, dan tentunya dengan budget yang sangat hemat, dan sangat layak untuk dicoba kembali.

#RedSummerHoliday