Berlindung Dari Badai Lawu di Dalam Container

Pagi itu tersiar kabar dari temennya Jet bahwa dia gagal mendaki dikarenakan Merapi sedang badai. Memang sih dari Jogja juga terlihat gumpalan awan badai yang menutupi puncaknya. Akhirnya hari itu perjalanan kami alihkan ke Gunung Lawu, namun tak lama kemudian saya mendengar kabar lain dari Kilenk bahwa Lawu juga sedang dilandai badai.

Meskipun begitu kami tetap memutuskan untuk ke sana, karena saya mau mengajak Jet untuk mengeksplorasi kawahnya dan juga Studio Alam. Tapi itu tergantung kondisi di sana juga, karena kita tidak mau memaksakan kehendak jika kondisinya sedang seperti ini, yang penting bisa sampai dulu di basecamp Cemoro Kandang.
Packing
Setelah packing saya jemput Jet di kediamannya di dekat tempat pijat Elysium Jl. Magelang, tak lupa saya berpamitan kepada “ibu negara” agar perjalanan ini direstui olehnya 😀

Sekitar pukul 15.30 kami sampai di basecamp Cemoro Kandang yang sudah terselimuti kabut tebal. Udara dingin menyambut kami sore itu. Beberapa orang pun berkumpul mengelilingi perapian di depan posko untuk mengahangatkan badan. Seperti biasanya, ketika datang saya selalu “disambut” kata-kata serangan oleh teman-teman AGL tiap kali saya bawa teman wanita. Untungnya saya sudah kebal dengan cobaan semacam ini.

Jadi…mohon bersabar ya Jet…ini ujian…ini ujian.

Hari semakin malam, angin semakin kencang dan kabut pun mulai menebal. Para pendaki yang sudah berdatangan pun di-stop dilarang mendaki karena cuaca semakin memburuk. Saya sempat bingung mau tidur di mana, karena hari itu basacamp sedang ramai dan ternyata “Kamar 13” dan juga mushola yang biasa dipakai menginap sedang dibongkar. Ini sangat diluar dugaanku sebelumnya, karena saya sengaja meninggalkan tenda dan sleeping bag di Jogja dan berharap bisa tidur nyenyak di dalam Kamar 13.

“Tuhkan dibilang juga apa, siapa yang nyuruh ninggalin tenda sama sleeping bag ?” keluh Jet.

Saya cuma bisa tersenyum kecut karena merasa bersalah sama Jet. Saya tidak mau lagi bikin dia marah seperti kejadian malam kemarin.

Pendopo Keraton
Pendopo Keraton

Sore sebelumnya mas Babhie sempat merekomendasikan kami untuk menginap di pendopo milik keraton yang letaknya di tengah hutan tidak jauh dari posko. Setelah di-kroscek, kami membatalkan niat untuk menginap di sana, karena di dalam aura mistisnya sangat kental sekali…aaaooouuu….
Bukannya takut, tapi masalahnya saya agak lupa bacaan ayat Kursi :p


Angin kencang yang mencoba menghempaskan atap dan terpal penutup warung memecah keheningan malam itu di warung Mbah Mo. Sebenernya Jet sudah membawa bahan makanan untuk di masak, namun karena kondisinya seperti ini akhirnya kami memesan saja nasi goreng di warung Mbah Mo. Di warung ini sudah terdapat beberapa rombongan pendaki yang terancam gagal mendaki.

Setelah makan malam di warung Mbah Mo, saya langsung teringat sekitar 1 tahun lalu mas Koky mendirikan homestay berbentuk container di dekat posko Cemoro Kandang, lalu saya putuskan untuk menginap di sana dan berharap ada kamar kosong. Awalnya kami mau menyewa 1 container, tapi ternyata harganya Rp 500.000 per malam, haduhh….gak bawa duit segitu, tapi untungnya mas Koky memberi kami tumpangan menginap di container miliknya. Alhamdulilah, akhirnya bisa berlindung dari badai ini.
dsc_0622
Pagi pun menjelang, namun cahaya matahari tak sanggup menembus pekatnya kabut dengan sempurna, begitu juga angin yang masih menderu-deru menghempaskan atap dan pohon-pohon. Enggan rasanya untuk beranjak dari tempat tidur. Namun selalu ada hikmah di balik badai. Kami gagal mendaki, dan tidak dapat tempat di posko Cemoro Kandang, tapi dapat tumpangan di homestay yang unik ini.

DCIM100GOPROGOPR3668.

Kamar dengan Jendela dan tanpa jendela
Kamar dengan Jendela dan tanpa jendela

Di’Oners namanya, sebuah homestay berbentuk container yang berada di ketinggian sekitar 1830 mdpl. Akses menuju tempat ini cukup mudah. Dari kota Solo ambil arah menuju Karanganyar, lalu menanjak melalui Jl. Raya Tawangmangu – Magetan dan lokasinya berada di sebelah kiri sebelum basecamp pendakian Gn. Lawu jalur Cemoro Kandang.

Kasur Jomblo
Kasur Jomblo
Kamar Mandi
Kamar Mandi

Di homestay ini terdapat 5 buah container yang dapat digunakan untuk menginap. Dengan tarif Rp 500.000 kalian bisa menginap ramai-ramai di sini dengan kapasitas maksimal 6 orang tiap containersnya. Itu untuk harga normal, namun saat peak season harganya jadi sekitar Rp 750.000. Tapi itu sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan seperti 2 kasur berukuran besar, 1 kasur single untuk jomblo, televisi, kamar mandi dalam + air panas, minuman, dan juga sarapan. Tapi sayangnya di sini tidak terdapat AC atau pendingin ruangan. Ya iyalah…secara di sini kan suhu rata-ratanya siang hari sekitar 18º celcius, gimana malemnya kebayang dinginnya kayak apa.

Tempat Santai
Tempat Santai
Mini Bar
Mini Bar

Tidak cuma itu, di area homestay ini terdapat halaman yang cukup luas dihiasi bunga-bunga yang cantik dan beberapa spot yang fotogenik. Di tengahnya terdapat bangunan yang biasa digunakan untuk bersantai dan juga pertunjukan musik, lalu ada mini bar dengan kursi dan mejanya yang terbuat dari besi, seperti yang biasa ada di pesta pernikahan di desa-desa Jawa Tengah.

Ada penampakan juga
Ada penampakan juga
Cuma diperankan oleh model :(
Cuma diperankan oleh model 😦

Selain untuk menginap, Di’Oners juga menyediakan tempat untuk Garden Party, Camping Ground, Outbound Training, Paint Ball Games, Tempat pertunjukan seni, Pelatihan Anjing, dan jugaaa Wedding Party. Jadi buat kamu yang mau menikah dan menginginkan konsep outdoor di hutan, tempat ini sangat cocok sekali.

Jujur saja, saat menginap di sini saya mendapatkan referensi baru untuk resepsi pernikahan nanti, karena saya dari dulu menginginkan konsep seperti ini, di hutan, di alam bebas, yang berbeda seperti pada umumnya.
Hammocking
Cuma masalahnya…sama siapa ? belum ada yang mau,
Haduuhhh…gimana ini ??? padahal udah tahun 2017 😦

#Bukancurhat
#cumainfo

Badai memang pasti berlalu, tapi jomblo entahlah kapan berlalu. Gagal mendaki bukanlah masalah, tapi yang jadi masalah itu bila gagal menikah atau gak laku-laku.

Ya udah deh, yang penting cari tempat resepsi nikah dulu, untuk pasangannya bisa menyusul kemudian (mudah-mudahan ada).

Untuk reservasi Di”Oners Homestay Containers bisa hubungi :
Budi Koky : 085329335077
brosur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s