Traveling Berkedok “Kondangan”

Saat Baly mengirimkan undangan pernikahan, saya pikir-pikir dulu, kemungkinan besar saya tidak bisa datang karena lokasinya berada di Semarang. Sedangkan jarak Jakarta – Semarang itu sangat jauh. Setelah diiming-imingi Iqbal kalo dia mau ke Brown Canyon, akhirnya tanpa pikir-pikir lagi saya langsung meng”iya”kan untuk datang ke nikahan Baly.
img-20160629-wa0002
Sudah lama saya tidak mengunjungi Semarang, terakhir ke sana tahun 2008, karena waktu itu masih pacaran dengan orang Semarang. Mungkin dia sekarang sudah beranak-pinak, dan sekarang saya masih begini-begini aja 😦

Setelah sampai di stasiun Semarang, kami coba cari penginapan yang terdekat. Awalnya saya pikir Iqbal sudah memesan tempat atau setidaknya sudah tahu lokasi penginapan yang dituju. Setelah lama berpikir, akhirnya seorang pengemudi becak motor menawarkan kami untuk mengantar ke penginapan yang terdekat dengan stasiun dan berada di Kawasan Kota Lama agar memudahkan untuk eksplorasi nantinya.
Sebenernya gw males foto begini
Jarak dari stasiun ke penginapan sekitar 20 menit, lokasinya memang berada di kawasan Kota Lama, tapi penginapannya berada di tengah-tengah pasar Johar, sehingga sangat ramai sekali jika pagi-pagi.
img_20160716_112527-01

Bagi saya penginapan ini cukup mahal untuk kelas dan fasilitas seperti ini. Tarif per kamarnya Rp 150.000 untuk yang biasa, sedangkan yang AC Rp 250.000, tanpa adanya wifi dan sarapan hanya roti kecil. Tapi tak apalah, karena hari pertama tujuannya ke Kota Lama akhirnya kami putuskan untuk menginap di sini.
ren_4593

Di Semarang rombongan kami berjumlah 10 orang, diantaranya ada beberapa remaja yang merupakan kerabat dari Baly yang dititipkan ke kami. Awalnya kami ingin menyewa motor, tapi karena jumlah kami banyak dan agak sulit mencari penyewaan motor maka kami memutuskan untuk naik angkot untuk berkeliling Semarang.

Saat di angkot, Iqbal mencoba bertanya-tanya dengan supirnya tentang kendaraan yang bisa kami sewa selama di Semarang. Karena kami berjumlah 10 orang, akhirnya Iqbal berinisiatif untuk menyewa angkot tersebut untuk berkeliling Semarang esok harinya. Dengan tarif Rp 250.000 kami akhirnya menyewa angkot tersebut selama seharian, berikut dengan supir dan termasuk bensinnya.
cemez
Ada hal yang lucu saat Iqbal sms-an dengan supirnya. Ternyata sang supir masih menggunakan bahasa 4LaY 😀 Baru saja membaca isi smsnya kami dibuat ngakak karena tulisan dan bahasanya itu agak sulit dimengerti. Kami menyebutnya mas Cemezz.

Supir yang gigi depannya patah dan berambut sebahu berwarna agak kecoklatan ini ternyata sudah berkeluarga dan memiliki anak. Menurut pengakuannya, dia baru berumur 20 tahun, dan saya yang sudah hampir 30 masih begini-begini aja. Haduhh…hebat sekali kau mas Cemezz, lebih laku daripada saya.

Sampai di Masjid Agung Jawa Tengah, kami langsung menuju Convention Hall tempat berlangsungnya resepsi pernikahan Baly. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi masjid terbesar di Jawa Tengah yang sangat ikonik itu.

Tak lupa saya membawa tas daypack Magneto ke dalam ruangan. Agak aneh memang, kondangan di gedung tapi membawa daypack sebesar ini. Tapi ya mau bagaimana lagi, karena di dalamnya berisi barang-barang penting yang menyangkut masa depan, seperti perlengkapan kamera, jadi tidak mungkin saya tinggalkan di angkot maupun di penginapan.
img-20160717-wa0000
img-20160717-wa0007-01

Pernikahan Baly diselenggarakan menggunakan adat Jawa, karena pasangannya juga berasal dari Jawa. Ornamen dan interior khas Jawa yang dipadukan dengan modern menghiasi gedung yang megah itu. Sesekali saya membayangkan bagaimana saya nikah nanti, bagaimana konsepnya, dan yang penting dengan siapa (yang mau) itulah masalahnya. Karena Baly sendiri dipertemukan dengan pasangannya saat traveling. Jadi, jodoh itu bukan gak ke mana, tapi harus ke mana dan dicari 😀

Saya udah ke mana-mana tapi kok belum…..aahhhh….syudahlahh 😦
img_20160717_112611-01_1469262953631
Setelah kenyang menyantap hidangan yang enak-enak, siang itu kami lanjutkan ke destinasi lain. Karena siapa tau…dapet jodoh yang konon (jangan dibalik) gak ke mana-mana. Pokoknya saya gak boleh kalah sama mas Cemezz yang udah nikah dan punya anak.

Advertisements

2 thoughts on “Traveling Berkedok “Kondangan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s