Rumah Botol Gunung Lawu

Bagi yang pernah mendaki Gunung Lawu via Cemoro Kandang pasti tahu tentang Rumah Botol. Letaknya sih memang agak tersembunyi dari jalur utama, tapi tidak jauh yaitu di belakang Petilasan Hargo Dalem. Rumah Botol ini sangat unik, karena memang terbuat dari botol-botol air mineral dari sampah para pendaki yang ditinggalkan begitu saja di gunung. Pada bagian dalam dindingnya dilapisi bekas kaleng sarden yang diratakan, sehingga membuat ruangan menjadi hangat.

Rumah Botol

Di bagian atasnya terdapat tower seperti antenanya itu sebenarnya hanya sebagai hiasan saja, tapi ternyata cukup berguna juga sebagai patokan untuk membantu navigasi para pendaki yang naik melalui jalur Candi Cetho. Meskipun dari luar terlihat kecil dan sempit, ternyata di bagian dalamnya cukup besar, bisa menampung sekitar 6 orang di ruangan utama. Belum lagi bagian bunkernya yang cukup besar bisa memuat 8 orang.
DSCN1500REN_1196
Selain bahannya yang unik, desain dari rumah botol pun juga unik. Tepat di samping sebelah kiri pintu terdapat tungku perapian yang biasa digunakan untuk memasak, dari tungku itu tersambung dengan cerobong asap yang menjulang ke atas, sehingga penghuni di dalamnya tetap aman dari kepulan asap. Bagian dindingnya sebelah kanan digunakan untuk menyimpan persediaan kayu bakar, dan uniknya lagi di bagian pojok bisa digunakan untuk mandi, karena terdapat penampungan air.
Mas Bowo

Adalah Bowo, seorang kreatif yang mendirikan rumah botol di ketinggian 3100 mdpl ini. Awalnya Bowo hanya prihatin terhadap sampah-sampah yang ditinggalkan pendaki, lalu pada tahun 2000 dia mulai berniat mengumpulkan sampah-sampah botol untuk dijadikan rumah singgah jika mendaki gunung Lawu. Setelah sekitar 7 tahun, rumah itu berhasil berdiri dan masih diyakininya belum selesai hingga saat ini. Berarti masih ada kemungkinan untuk dikembangkan lagi bangunannya.

B: Sebenernya aku dulu itu stress, karena gak ada kegiatan ya bikin begini.

J: Lha terus sekarang?

B: Yoo, masih stress.

J: Hahaha, aaoouu.

Beliau memang gila gunung, karena kalo udah naik gunung sampai berhari-hari, bahkan pernah sampai 40 hari mencari tanaman untuk jamu di gunung. Anaknya yang baru 5 bulan pun pernah diajak naik ke Lawu, tentunya dengan aklimatisasi terlebih dahulu.

Banyak sekali pengalamannya naik gunung. Pernah suatu ketika menggegerkan penghuni Lawu. Ketika itu dia membawa bangkai rusa ke atap rumah botol, dan malamnya langsung didatangi harimau dan mengacak-ngacak bangunan di Hargo Dalem.

Keesokan harinya Mbok Yem marah-marah karena ulahnya itu, soalnya ketika mau keluar malah ketemu harimau. Untung, harimaunya gak doyan Simbah-simbah :p

 

Selain untuk tempat singgah bagi Bowo dan keluarganya, Rumah Botol ini biasa digunakan oleh relawan dan Tim SAR menginap saat mengadakan operasi pengamanan di gunung Lawu. Maka dari itu tidak dibuka untuk pengunjung umum, karena dikhawatirkan akan kotor atau rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Untuk menuju Rumah Botol ini dapat ditempuh sekitar 7 jam dengan berjalan kaki dari basecamp jalur Cemoro Kandang, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Aksesnya dari kota Solo naik bis jurusan Tawangmangu, lalu lanjut naik angkot ke Cemoro Kandang yang berada di ketinggian 1830 mdpl.

2 thoughts on “Rumah Botol Gunung Lawu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s