Ternyata Jatuh Cinta Dapat Memicu Semangat Saat Mendaki Gunung

Semua orang pasti pernah merasakan cinta, entah cinta pada kekasih, pada alam, atau pada sahabat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, cinta merupakan reaksi kimia di dalam tubuh. Jadi tubuh itu memproduksi zat-zat yang dapat membuat kita bisa bahagia, berdebar-debar, bahkan salah tingkah.

Nah, jika kamu mendaki gunung saat sedang jatuh cinta pasti akan bertambah semangatnya, karena yang ada di dalam pikiran adalah hal-hal yang indah bersama pujaan hati, sehingga rasa lelah dan kecemasan akan terlupakan. Terlebih lagi jika kamu mendaki bersama sang pacar, kamu pasti tidak mau terlihat lemah di hadapannya dan akan mengeluarkan segenap tenaga agar menjadi orang yang tangguh dan menjadi pelindung (setidaknya di hadapan pacar :p).

Dalam situasi seperti ini banyak sekali contohnya, seperti orang-orang yang rela melakukan “ritual” di Tanjakan Cinta Gunung Semeru. Mereka dengan bersusah payah mendaki hingga puncak tanpa berhenti, tanpa menoleh ke belakang, dan terus memikirkan pujaan hatinya, berharap seseorang yang dipikirkannya itu mau dengannya. Di situlah salah satu bukti kekuatan cinta dapat memicu semangat para pendaki untuk mengeluarkan segala kemampuannya, karena jika cinta pada seseorang, juga harus cinta terhadap alamnya

Bagi yang jomblo jangan berkecil hati, dunia ini belum berakhir, karena dunia akan berakhir jika puncak Everest sejajar dengan lautan.

Ada cara jitu bagi para pendaki jomblo ketika mendaki gunung agar tetap semangat. Pertama sebelum mendaki, dengarkanlah musik-musik favoritmu lalu hapalkanlah, karena musik tersebut akan menjadi soundtrack ketika dalam perjalanan dan dapat mengisi kekosongan.

Kedua pandangi atau bawalah foto gebetan saat mendaki, kalau tidak punya gebetan, bisa googling foto-foto selebritis di internet Karena ketika sepanjang perjalanan, wajah gebetanmu akan selalu “menemanimu”, terngiang-ngian dan seakan-akan memanggil namamu sambil memberi semangat dari jauh #eeaaa

Lalu yang ketiga targetkanlah puncak sebagai tempat berkontemplasi dan berdoa agar doamu mendapatkan jodoh cepat dikabulkan Tuhan, dari situ kamu bisa mendapatkan “The Power of Love” *criing….

Tanjakan Cinta

Advertisements

Tips Buang Air Besar Di Alam Bebas

Ketika mendaki gunung, salah satu permasalahan yang sangat krusial adalah Buang Air Besar alias BAB. Memang urusan yang satu ini sangat sulit diajak kompromi untuk ditunda keluarnya, karena merupakan panggilan “alam”.

Berhubung di alam bebas atau lebih spesifiknya di gunung tidak ada toilet umum, mau tidak mau kita harus membuang sang hajat di tempat yang tidak biasanya. Berikut ini adalah tips cara buang air besar di alam terbuka :

  • Survey lokasi terlebih dahulu, dan pastikan lokasinya aman.
  • Jauhi tempat yang sering dilalui orang.
  • Pastikan anda membawa tisu basah, tisu kering, dan sedikit air untuk bilas.
  • Jika perlu, gunakanlah sekat penutup seperti matras, fly sheet, atau pun ponco.
  • Jangan buang air besar dekat sumber air ataupun tempat yang dianggap keramat.
  • Ajak temanmu untuk bantu menemani, tapi buatlah jarak, jangan terlalu dekat apalagi sampai mengintip.
  • Permisilah terlebih dahulu atau bacalah doa sesuai agama masing-masing.
  • Galilah tanah dengan kedalaman -+ 1 jengkal. Tempatkanlah kotoranmu di lubang tersebut. Jika sudah selesai, timbun kembali.
  • Sebagai bangsa Indonesia yang menganut adab ketimuran, saat cebok/bilas gunakanlah tangan kiri, karena tangan kanan digunakan untuk makan. Pastikanlah menggunakan tangan sendiri, bukan tangan orang lain, atau pun tangan mantan pacarmu :p
  • Setelah itu bilaslah tangan menggunakan sedikit air, lalu lap pakai tisu basah dan keringkan.
  • Jangan sampai masih terdapat sisa-sisa kotoran yang menyempil di kuku. Karena jika masih terlihat sesuatu berwarna kuning kecoklatan di sela-sela kuku, biasanya otomatis kamu akan mencium tangan tersebut (padahal sudah tahu bahwa tangannya itu bau) maka dari itu gunakanlah gel antiseptic.
  • Jangan tinggalkan tisu atau sampah lainnya di TKP, bawalah semuanya turun kembali.
  • Sehebat apapun anda mendaki gunung, jangan pernah mencoba untuk BAB sambil berdiri :p

Demikianlah tips dari saya, semoga dapat memberikan pencerahan agar tidak salah paham dalam melakukan buang air besar di alam bebas 😀

Tips Memilih Jas Hujan

Musim hujan telah tiba, saatnya sobat petualang mempersiapkan perlengkapan utama di musim hujan, yaitu “Rain Coat” atau jas hujan. Di Indonesia banyak sekali macam pilihan jas hujan. Meskipun begitu, janganlah sembarangan dalam memilih jas hujan, karena kalau salah akan mengakibatkan fatal pada diri sendiri.

Pada kali ini saya akan memberikan sedikit tips dalam memilih jas hujan yang baik.

1. Sebelum membeli, pastikanlah yang dibeli adalah jas hujan, bukan jas almamater kampus ataupun jas tuxedo.

2. Pastikan jas hujan tersebut tidak tembus air (terserah mau memilih yang ada “wings” nya ataupun tidak).

3. Pastikan jas hujan yang dibeli memiliki lubang di kepala, tangan, dan kaki.

4. Gunakanlah jas hujan hanya ketika hujan turun.

5. Saat menggunakan jas hujan anda tidak perlu menggunakan dasi kupu-kupu, soalnya desain jas hujan berbeda sekali dengan jas tuxedo.

6. Saat menggunakan jas hujan berbentuk ponco, jangan pernah mencoba untuk mengenakan celana dalam di luar, karena khawatir akan dikira Batman.

Bila anda bingung untuk membeli jas hujan, bisalah mampir ke Cartenz Store terdekat, karena Cozmeed menyediakan jas hujan yang cocok digunakan untuk berkegiatan di alam bebas. Dengan memakai jas hujan tersebut akan dijamin :

  “Saat hujan tidak akan kepanasan dan saat panas tidak akan kehujanan”.

Selamat berpetualang ^_^!


20