1.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Lawu

Ada banyak cara unik yang dilakukan  untuk merayakan HUT ke-68 RI. Salah satunya adalah upacara bendera di Gunung Lawu (3265 mdpl) yang ada di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur. Sekitar 1.000 bendera berkibar di sana.

Rangkaian acara diawali dengan pelepasan burung di Posko Induk Cemoro Kandang, Karanganyar. Langkah ini bertujuan untuk menjaga populasi burung agar tidak punah, karena dari tahun ke tahun jumlah burung di Gunung Lawu semakin berkurang.

Keesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 2013, sekitar pukul 08.00 WIB, sebagian besar para pendaki bergerak naik menuju puncak Hargodumilah. Mereka berfoto-foto di bawah Tugu Triangulasi yang lengkap dengan instalasi 1.000 benderanya.

Kemudian pendaki mulai turun ke arah barat menuju Tlogo Kuning tempat diadakannya upacara bendera. Tlogo Kuning adalah sebuah tanah lapang yang sangat luas, bekas kawah yang sudah mati. Di tempat tersebut para peserta langsung membentuk barisan mengelilingi tiang bendera.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68 dimulai. Walaupun didera kelelahan akibat perjalanan yang panjang dan sulit, para peserta tetap khidmat dan semangat mengikuti upacara bendera tersebut hingga selesai. Setelah selesai upacara bendera, para pendaki disuguhi berbagai permainan menarik dari panitia untuk memperebutkan hadiah dari Cozmeed yang merupakan sponsor utama dari acara ini.

Ratusan peserta yang terdiri dari pecinta alam, pramuka, dan komunitas relawan dari berbagai daerah di Pulau Jawa ini rela berkorban menembus pekatnya kabut, dinginnya udara, dan terpaan angin kencang. Semua demi menunjukkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

Acara kemudian diakhiri dengan membersihkan sampah-sampah sepanjang perjalanan dari Tlogo Kuning sampai Posko Induk Cemoro Kandang. Sebagai pendaki gunung seharusnya turut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan. Karena kalau tidak dijaga dan dirawat, bukan tidak mungkin generasi penerus Indonesia tidak bisa menikmati keindahan alamnya lagi.

Detik Travel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s